Walikota Munich yang Inspiratif (Seri 6)

  • Posted on: 14 September 2013
  • By: admin
Body: 

Memasuki hari ke tujuh di Jerman atau hari kedua pelaksanaan WALK21 Conference di Munich, sekali lagi kami disambut hujan cukup deras mengguyur Fieldafing, International Training Center milik GIZ Jerman yang berada di tengah pedesaan. Hujan deras dengan berjalan kaki menuju stasiun Fieldafing kami kami tempuh dalam sekita 10 menit, dan sesampainya di stasiun bersamaan dengan kedatangan kereta api menuju Lokasi Konferensi di Munich. Ada satu hal yang mungkin belum kami informasikan di tulisan terdahulu, bahwa sebagai peserta konferensi kami mandapatkan fasilitas tambahan yaitu tiket terusan angkutan umum selama 3 hari pelaksanaan konferensi, suatu langkah yang bagus diambil oleh panitia,sehingga sangat memudahkan, aksesibilitas tinggi dan penghematan bagi para peserta konferensi.    

Konferensi kali ini dibuka oleh Meleckidzedeck Khayesi perwakilan WHO dan Thanos Vlastos dari seorang professor urban and transport planning di OECD ada hal menarik dipaparkan, yaitu berjalan kaki adalah dasar dari semua model transportasi, juga membuat sehat serta mendapatkan keuntungan bagi lingkungan. Namun seringkali kita lupa hal ini dalam pembangunan infrastruktur, perubahan tata guna lahan dan perencanaan transportasi dan menjadi pejalan rawan keselamatanya. Dan bila ditengok bahwa 1,24 juta jiwa meninggal setiap tahunnya akibat kecelakaan, kecelakaan lalulintas menjadi 8 besar penyebab kematian secara global dengan dominasi usia adalah 15-29 tahun, dan 270.000 pejalan kaki meninggal tiap tahunnya, dan tingkat fatalitas yang berbeda-beda menurut usia korban pejalan kaki yang tertabrak.data di survey di dunia menunjukkan bahwa anak-anak dan orang tua sebgai korban tertinggi dkecelakaan yang melibatkan pejalan kaki di dunia, dan di negara berpendapatan tinggi, kecelakaan melibatkan pejalanan kaki orang tua sebagai dominasi dan mempunyai kerawanan tinggi dengan fatalitas kematian dan luka berat, sedangkan di Negara berpendapatan rendah dan menengah, anak-anaklah yang mendominasi sebagai korban kecelakaan dengan fatalitas meninggal maupun luka berat.  Dari suatu data survey, fatalitas tertinggi pada usia anak-anak dapat digambarkan dalam sudut pandang ketinggian korban kecelakaan, dalam hal ini anak tersebut,dimana dengan perbandingan ketinggian korban dengan ketinggian bagian pertama dari mobil penabrak pejalan kaki,sehingga fatalitas tertinggi luka untuk orang dewasa adalah patah lutut dan kaki,sedang untuk anak kecil berketinggian dibawah satu meter, berpeluang besar cedera parah,karena bagian pertama dari mobil yang menyentuh korban anak-anak ini adalah seluruh tubuh dan kepala si anak., sedikit dapat dijelaskan bahwa yang menjadi penyebab utama kecelakaan terhadap pejalan kaki adalah pertama perilaku pengemudi,seperti ngebut, mabuk, dan tidak menghargai hak pejalan kaki dalam berjalan dan menyeberang jalan, kedua adalah perilaku pejalan kaki itu sendiri, dengan melihat banyak kenyataan tersebut, penyediaan fasilitas pejalan kaki sangat dibutuhkan segara dan harus senyaman mungkin, sangat accessible, dan integrasi dengan public transport, serta perlunya peningkatan sosialisasi merangsang penggunaan ruang pejalan kaki, teknik berjalan kaki dan penghormatan terhadap hak pejalan kaki. Satu presentasi lain yang cukup menarik adalah dengan dipaparkan dan disosialisasikannya suatu tuntutan pembatasan kecepatan di dalam kota sampai dengan 30 km/jam saja, karena kita tahu rata-rata kecepatan kendaraan di dalam kota adalah 40 km/jam, upaya menuntut penurunan kecepatan di dalam kota terutama di Negara-negara maju sangatlah penting untuk semakin menurunkan tingkat kecelakaan, kecepatan kendaraan yang mencapai 30 km/jam sesuai harapan akan semakin membuat nyaman pejalan kaki.

Berikutnya untuk sedikit mengisi waktu kami berkunjung ke museum Transportasi Jerman yang terletak tepat didepan Congress Hall tempat plenary room  untuk melihat bagaimana perkembangan transportasi di Jerman, Deutch Museum ini sangat bersih dan nyaman ruangannya, sangat detail sekali perkembangan Transportasi Jerman divisualisasikan disini, mulai dari sepeda kuno, sepeda motor kuno, mobil pertama kali dibuat manusia di bumi in, kereta api beragam jenis dan angkutan umum dan kendaraan pribadi lainnya. Kebetulan pula didalam museum ini juga digunakan sebagai salah satu lokasi diskusi panel, suatu kolaborasi dan inspirasi yang bagus sekali dengan mengkombinasikan semua potensi yang ada di kawasan konferensi. Dan setelah cukup puas berkeliling museum transportasi, akhirnya kami akan menemui Walikota Munich Pep Monatzeder sesuai jadwal yang sudah dibuat tim GIZ. Walikota Munich, Pep Monatzeder. Selaku ketua panitia WALK21 Munich Conference, sungguh menyenangkan sambutan beliau dan dijelaskan secara singkat kepada kami  dan delegasi dari Kota Windhoek Namibia tentang fasilitas pejalan kaki yang ada di kota Munich dan tingkat penggunaannya, dan beliau juga mengundang kami untuk mengikuti rangkaian acara konferensi sampai dengan selesai dan ada street life festival sebagai penutup acara yang akan diselenggarakan sabtu(14/9) dan minggu(15/9) di Jalan Ludwig dan Jalan Leopoldstrasse, tepat di tengah kota sepanjang 2 km dari jam 16.00 - 01.30 untuk hari sabtu, dan jam 11.00 – 20.00 di hari minggu nya. Akan banyak kegiatan disana yang memanjakan pejalan kaki, seperti music, art and street performance dan event lainnya, dan diprediksi sebanyak 600.000 pengunjung. Untuk info lebih lanjut bisa klik http://www.streetlife-festival.de/ .Sudah pastinya takkan kami lewatkan, dan juga beliau mengundang kami semua untuk hadir di OktoberFest suatu event tahunan yang dinanti oleh masyarakat seluruh Jerman, dimana akan diselenggarakan tanggal 20 September 2013 sampai 5 Oktober 2013 di seluruh kota di Jerman, dan di Munich sendiri diperkirakan akan dihadiri oleh 6 juta wisatawan, dan kegiatan tahunan ini sudah diselenggarakan  sejak tahun 1810 yang menggambarkan pesta rakyat jerman setelah musim panen dan memasukkan semua hasil panennya di gudang sambil menyambut datangnya musim dingin. Pesta rakyat ini hampir mirip pasar malam di Indonesia namun hal yang menjadi perbedaan yang unik adalah diselenggarakan pesta bir bersama dengan banyak orang dengan menggunakan gelas bir ukuran sangat besar dan disajikan langsung oleh perempuan-perempuan di Jerman yang juga mengenakan baju tradisional Jerman. Kesempatan bertemu Walikota Munich kami gunakan dengan berfoto bersama beliau dan juga sebelum foto bersama, penulis secara empat mata berbincang sebentar dengan Walikota yang inspiratif ini dan mengundang beliau untuk hadir ke Kota Solo Tercinta dan tidak lupa kami serahkan buku Solo Calender Cultural Event 2013 sebagai panduan bila mau datang berkunjung ke Solo dan bersamaan waktunya dengan event-event yang telah dijadwalkan di buku tersebut.

Terimakasih atas perhatiannya,insyaAllah akan dilanjutkan sharing informasi pada edisi besok

Ari Wibowo, S.SiT - Dishubkominfo Surakarta

Berita: 
Section: 
Tags: