TOTALITAS KEBIJAKAN BERLIN MENUJU TRANSPORTASI MASSAL (Seri 3)

  • Posted on: 10 September 2013
  • By: admin
Body: 

Perjalanan hari ketiga (9/9) penulis di berlin, pagi hari mendapatkan anugrah hujan yang cukup deras dan hawa yang cukup dingin sekitar 120C melanda Berlin pagi ini, cukup mengagetkan rombongan kami yang melakukan perjalanan pagi hari ini dengan jadwal kunjungan ke kementrian federal tentang transportasi bangunan dan pembangunan kota yang beralamat di Invalidenstrabe 44, 10115 Berlin,  sekali lagi diuntungkan dengan menyatunya penerapan Transit Oriented Developmen (TOD) antara hotel dan stasiun Kereta api yang akan membawa kami ke hautbanhof tanpa harus kehujanan menuju lokasi. Sesampainya di Stasiun Hautbanhof, ternyata stasiun ini adalah setasiun KA terbesar di Berlin, dimana menjadi titik simpul transfer moda KA maupun bus. Bangunan stasiun ini sangat megah dan nyaman, terdapat 4 tingkat bangunan (2 diantaranya bawah tanah) yang mempunyai fungsi masing-masing , seperti untuk jalur kereta api U-Bahn dan S-Bahn, dan lengkap fasilitas pendukungnya seperti papan informasi kedatangan juga display waiting time nya, keberangkatan, papan petunjuk di stasiun, peta rute jalur angkutan, fasilitas difable (lift khusus), tangga biasa maupun escalator untuk naik turun tingkat/bangunan, SOS information (tinggal pencet tombol di papan yang sudah disiapkan dan bisa bertanya dan berdialog 2 arah apapun terkait pelayanan angkutan umum dengan operator dr suatu tempat, melalui speaker yang ada). Jua ada satu nilai poin tambahan di stasiun terbesar ini,yaitu free wifi area dengan kecepatan bandwitch yang lumayan bisa digunakan penumpang umum untuk berkomunikasi singkat (karena merupakan titik transfer moda) maupun browsing. Terlihat pula banyak cctv terpasang di lokasi ini dan terdapat kantor polisi khusus yang mengisi diantara konter-konter makanan dan souvenir.

Dan akhirnya ketika keluar bangunan stasiun yang cukup megah ini kami disambut hujan cukup deras dan hawa dingin kembali melanda dan payung/jaz hujan wajib kami gunakan untuk melindungi badan, sepintas dari pandangan kami diluar stasiun ini pun Nampak rapi dan tertata transfer moda menggunakan bus dan ketersediaan halte yang cukup sederhana namun fungsinya sangat optimal, akhirnya kami lanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki menuju lokasi.yang hanya berjarak 400 meter/sekitar 2 blok dari stasiun hautbanhof ini. Dalam perjalanan menuju lokasi ada satu hal yang cukup menjadi perhatian, yaitu adanya pembangunan rel kereta api baru/mungkin tram dan juga perbaikan saluran bawah tanah yang sampai harus menutup separo badan jalan, dan khusus untuk pejalanan kaki dilindungi oleh suatu barier/pembatas jalan yang sangat kuat dengan kaki-kakinya merupakan cor semen dan diatasnya merupakan besi yang dibentuk seperti pagar, hal ini menarik karena ada standarisasi bentuk ini di Berlin sehingga semua pembatas jalan portable menggunakan model ini dan sangat flexible. Akhirnya kami memasuki Gedung Federal Ministry of Transport, building and Urban Development yang beralamat di Invalidenstrabe 44, 10115 Berlin. Gedung ini cukup megah dan nyaman, berikutnya kami disambut dalam suatu ruangan meeting yang cukup luas dan bisa menampung sampai dengan 50 orang, dengan pengantar acara dibuka oleh Hans Ulrich Furke memperkenalkan pejabat penerima kunjungan yaitu Stefen Wulfes dan penerjemah yang telah hadir, ada satu hal khusus perlu kami apresiakan pada kunjungan ini adalah disiapkannya video conference dengan salah satu expert transportasi yag berada di Bonn Jerman, pemanfaatan teknologi yang sebenarnya pun di Negara kita sudah ada dan siap, namun seringkali tidak pernah kita manfaatkan. Stefen menyambut hangat kedatangan kami dan menyampaikan beberapa poin dalam paparannya, seperti pertama struktur kenegaraan di Jerman yang terdiri Negara Kesatuan, dan 16 Negara Bagian. Kedua, penyediaan transportasi menjadi tanggung jawab pemerintah kecamatan/distrik. Ketiga setiap Negara bagian mempunyai undanga-undang khusus tentang transportasi namun harus disinkronkan dengan kebijakan transportasi nasional. Keempat, ada sebanyak 60 perusahaan dalam ikatan angkutan umum di Jerman, Keempat alokasi pembangunan bidang transportasi per tahun sebesar 8 milyar euro yang diberikan Negara kesatuan kepada Negara-negara bagian, dan mayoritas sebesar 7,1 milyar euro diantaranya khusus Kereta Api. Kelima penerimaan dari sector angkutan umum menutup 78 % dari biaya yang telah dikeluarkan pemerintah untuk membangun dan mengoperasionalkan sistem angkutan umum. Ditambahkan pula dari expert yang melakukan videoconference dengan kami bahwa sebagai dasar perencanaan transportasi di jerman perlu adanya data mobilitas rumah tangga dan pernah dilakukan survey pada tahun 2002, dan 2008 (dana akan dilakukakn lagi di tahun 2015) dengan data di tahun 2008 yaitu dengan mengambil sampel 25.000 rumah tangga,didapatkan 60.000 orang dan akhirnya didapatkan total perjalanan yang dilakukan adalah 195.000. data ini sangat penting untuk melihat pergerakan origin-destination, desire line dan untuk penentuan serta evaluasi jaringan angkutan umum. Teknik yang digunakan pun cukup menarik yaitu pemerintah mengirim surat kepada sample rumah tangga terpilih, dan berikutnya via telpon perusahaan/konsultan pihak ketiga (ditunjuk pemerintah) menanyakan kesediaan disurvey, bila bersedia maka akan dilakukakan wawancara via telpon ataupun dikirim form survey melalui surat. Privasi sangat diutamakan disini karena UU telah mengaturnya, sehingga kesulitan pencarian sample rumah tangga pasti terjadi dan untuk membuat rangsangan rumah tangga untuk mau mengisi formulir survey yaitu dengan adanya lotere/undian berhadiah bagi peserta yang mau disurvey. Pelaksanaan survey HI (Home Interview) ini membutuhkan biaya tidak sedikit, yaitu total 1,4 juta euro, sedang 1,2 juta euro untuk pelaksanaan riset serta 0,2 juta euro untuk pembuatan tool internet, website,penjilidan laporan dan lain sebagainya.

Dalam session tanya jawab, ada hal yang juga cukup menarik yaitu bila di Indonesia ada gelombang besar perjalanan (mudik lebaran) apakah di Jerman juga pernah/ada terjadi seperti ini?dan dijawab setiap tahun pun juga terjadi hal seperti ini yaitu pada saat libur natal dan tahun baru.dan ditambahkan pula terkait data lalu lintas, pemerintah telah memasang 1500 cctv di jalan dan juga difungsikan sebagai camera detector sehingga bisa mengetahui secara cepat perubahan lalu lintas terjadi dan bisa melaksanakan suatu manajamen lalu lintas incidental bila terjadi sesuatu sepeti gelombang perjalanan tinggi tadi.

Berkutnya kami lanjutkan perjalanan ke kantor GIZ Berlin, di daerah post dammer, sekali lagi kita lanjutkan perjalanan menggunakan kereta api u-bahn(kereta api bawah tanah), yang berjarak beberapa stasiun terdekat. Sesampainya di lokasi kami disiapkan ruang meeting, mendengarkan paparan kebjiakan transportasi di Berlin Jerman dan Copenhagen, Denmark oleh Axel Freidrich seorang expert transportasi yang dimiliki GIZ. Beberapa hal perlu menjadi perhatian yaitu di Berlin visi ke depan kota ini dibuat oleh warga masyarakat dan akhirnya pemerintah setempatlah yang mengikut keinginan dari warganya, namun pastinya warga disampaikan dulu poin-poin keinginan pemerintah. Dan guna mengurangi efek gas rumah kaca, telah melaksanakan kebijakan zoning bagi kendaraan yang mempunyai emisi gas buang tertentu, dengan warna zona merah, kuning dan hijau (standar ukur emisi gas buang euro semakin besar maka akan semakin mendekati warna hijau). Dan di tahun 2014 semuanya wilayah sudah menjadi zona hijau. Lalu yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana dengan mobil-mobil yang sudah ada saat ini dan bahkan berusi sudah tua (belum distandarisasi euro),solusinya adalah penambahan alat sebaga filter partikel karbon hitam yang keluar dari knalpot mobil. Pada masa sosialisasi pemerintah memberikan subsidi penyediaan alat filter ini untuk bisa dipasang dan segera operasional program ini.

Hal lain yang menarik adalah dalam pembangunan yang dilakukan investor yang akan merubah tata guna lahan. Disini akan menjadi sedikit masalah bila tata guna lahan baru tersebut adalah penarik/pembangkit perjalanan yang cukup tinggi seperti perkantoran dan perumahan, sedang kebijakan transportasi Berlin adalah pembatasan pembangunan ruang parkir pribadi. Pemerintah Berlin sudah menyiapkan antisipasi strategi bahwa setelah adanya perhitungan perbandingan kebutuhan ruang atifitas dan ruang parkir, maka investor wajib membayar kepada pemerintah sebagai subsitusi yang akan digunakan untuk pembangunan dan operasionalisasi angkutan umum massal. Tanpa adanya parkir pun bisa enjadi potensi bagus,yaitu akan memaksa yang sebelumnya/seharusnya pengguna jasa parkir beralih ke angkutan umum, dan juga ditambahkan kebijakan bahwa perusahaan/investor wajib memberikan subsidi bagi karyawannya dalam bentuk tiket perjalanan angkutan umum dalam melakukan aktifitas berrangkat-pulang kerja. Dan terakhir terkait angkutan barang, disampaikan Axel bahwa perlu ada penggunaan teknologi baru di bidang ini dan saat ini telah dilaksanakan efektif dan efisiensi perjalanan angkutan barang dimana ketika angkutan barang mengantar barang keluar kota/pinggiran kota, maka wajib berhenti/menunggu dibatas kota untuk kembali mengangkut barang untuk masuk kota,sehingga mengurangi perjalanan angkutan barang yang kosong/tanpa muatan. Dan terakhir pul disampaikan, teori dan pelaksanaan ini tidak akan tercapai bila tidak ada dukungan kuat dari pimpinan tertinggi wilayah dan seharusnya pemimpin itu memberikan contoh untuk ditiru seperti menggunakan sepeda, angkutan umum massal dalam aktifitasnya, seperti yang pernah dilakukkan Ratu Belanda dan Perdana Menteri Belanda. Dan di Berlin mempunyai pandangan yang berbeda tentang gengsi yang membuat derajat seseorang seakan lebih tinggi, yaitu Gengsi orang di Berlin lebih tinggi bila mereka mempunyai sepeda dan melakukan aktifitasnya bersepeda. Dan perlu ditamhakna bahwa sepeda tetap diperbolehkan untuk dibawa di ke dalam angkutan umum massal sehingga sangat aksesible

Dan dalam perjalanan plang menuju hotel kembali,sempat kami lihat hal menarik yaitu stasiun pengisian listrik untuk mobil city car yang gunakan sebagai car sharing (silakan liat penjelasan di tulisan seri 2) yang dilakukan oleh perusahaan Car2Go dengan menggunakan mobil yang kecil dimensinya. Dan itulah perjalanan kami di hari ketiga

 

 

Terimakasih atas perhatiannya, insyaAllah akan dilanjutkan sharing informasi pada edisi besok (seri 4).

info tentang Gedung Federal Ministry of Transport, building and Urban Development berlin silakan klik http://www.stadtentwicklung.berlin.de/index_en.shtml 

 

Ari Wibowo, S.SiT - Dishubkominfo Surakarta

Berita: 
Section: 
Tags: